Serangan Supply Chain Trivy: Build GitHub Disusupi, Infostealer Curi Kredensial Cloud dan Developer

Unverified Commit GitHub

Sebuah insiden keamanan serius menargetkan proyek open-source Trivy, ketika pelaku ancaman berhasil menyusupi proses build di GitHub dan mendistribusikan pembaruan berbahaya yang menyisipkan malware jenis infostealer. Serangan ini diklasifikasikan sebagai supply chain attack, di mana pelaku tidak langsung menyerang target akhir, melainkan memanfaatkan jalur distribusi perangkat lunak untuk menyebarkan payload berbahaya ke pengguna yang mempercayai sumber resmi.

Dalam insiden ini, pelaku mendorong tag berbahaya yang menyertakan tautan ke binary payload yang belum dianalisis sepenuhnya. Namun, indikator awal menunjukkan bahwa payload tersebut dirancang untuk mencuri informasi sensitif dari lingkungan pengembangan maupun pipeline otomatis. Hingga detail lengkap tersedia, insiden ini diperlakukan sebagai ancaman dengan tingkat kritis mengingat potensi dampaknya yang luas terhadap pengguna Trivy, termasuk organisasi yang mengandalkan alat tersebut dalam proses keamanan aplikasi.

Salah satu teknik yang digunakan dalam serangan ini adalah pembuatan domain tiruan yang menyerupai domain resmi. Pelaku menggunakan domain scan[.]aquasecurtiy[.]org, yang secara visual sangat mirip dengan domain milik Aqua Security. Dari domain tersebut, proses build yang telah dikompromikan menarik empat file berbahaya berbasis Golang. Teknik typosquatting seperti ini sering kali berhasil karena perbedaan kecil pada penulisan domain sulit dikenali secara cepat, terutama dalam proses otomatis seperti CI/CD.

Malware yang disisipkan dalam rantai serangan ini diidentifikasi oleh pelaku sebagai “TeamPCP Cloud stealer”. Fungsinya tidak berhenti pada satu tahap. Setelah dijalankan, malware mencoba mengambil payload tambahan dari domain lain yang juga berada di bawah kendali pelaku. Jika upaya tersebut gagal, malware akan beralih ke endpoint alternatif untuk mendapatkan instruksi atau payload tambahan, menunjukkan adanya mekanisme redundansi dalam infrastruktur command and control.

Kemampuan utama malware ini terletak pada pengumpulan kredensial dan data sensitif. Dalam lingkungan CI/CD, malware memanfaatkan akses ke proses runner dengan membaca memori dari Runner.Worker melalui jalur /proc/<pid>/mem. Teknik ini memungkinkan ekstraksi data yang sedang diproses, termasuk token, kunci API, dan kredensial lainnya yang biasanya hanya tersedia di memori selama runtime. Selain itu, malware juga melakukan pemindaian sistem file untuk mencari kunci SSH, kredensial cloud seperti AWS, GCP, dan Azure, token Kubernetes, serta dompet cryptocurrency. Lebih dari 50 jalur file sensitif menjadi target dalam proses ini.

Serangan tidak terbatas pada pipeline otomatis. Versi binary Trivy yang telah dimodifikasi, khususnya versi 0.69.4, juga dirancang untuk mencuri data dari mesin developer. Binary tersebut mengumpulkan variabel lingkungan, memetakan antarmuka jaringan, dan mengekstrak informasi yang dapat digunakan untuk eskalasi serangan lebih lanjut. Hal ini memperluas cakupan dampak dari sekadar lingkungan build menjadi endpoint individu yang digunakan oleh pengembang.

Data yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dikirim dalam bentuk mentah. Malware menggunakan skema enkripsi hybrid yang menggabungkan AES-256-CBC dan RSA-4096 untuk mengamankan data sebelum dikirim ke server command and control. Data tersebut dikemas dalam arsip bernama tpcp.tar.gz dan dikirim ke domain yang telah ditiru sebelumnya. Pendekatan ini menunjukkan tingkat perencanaan yang matang, karena data yang dienkripsi sulit dianalisis jika tertangkap dalam lalu lintas jaringan.

Menariknya, varian malware yang berjalan di GitHub Actions memiliki metode eksfiltrasi tambahan yang tidak lazim. Alih-alih hanya mengirim data ke server eksternal, malware dapat mengunggah data yang dicuri ke repository dalam akun GitHub korban, dengan nama tpcp-docs. Teknik ini memanfaatkan kredensial yang sudah tersedia di runner, sehingga tidak memerlukan koneksi keluar yang mencurigakan. Pendekatan ini juga menyulitkan deteksi karena aktivitas terlihat seperti operasi normal dalam konteks GitHub.

Selain pencurian data, malware juga memiliki mekanisme persistensi ketika dijalankan di luar lingkungan CI/CD. Pada mesin developer, malware menjatuhkan skrip Python ke dalam direktori konfigurasi pengguna dan mendaftarkannya sebagai unit systemd agar dapat berjalan secara terus-menerus. Skrip ini secara berkala menghubungi server command and control untuk mengambil payload tambahan, memungkinkan pelaku mempertahankan akses jangka panjang ke sistem yang telah terinfeksi.

Insiden ini menyoroti risiko inheren dalam rantai pasok perangkat lunak, terutama pada proyek open-source yang digunakan secara luas dalam pipeline keamanan dan DevOps. Ketika alat yang dirancang untuk meningkatkan keamanan justru menjadi vektor serangan, dampaknya dapat meluas dengan cepat ke berbagai organisasi yang mengandalkan alat tersebut dalam proses otomatis mereka.

typosquat domain

Dari sudut pandang operasional, serangan ini memperlihatkan bagaimana kombinasi beberapa teknik typosquatting domain, kompromi pipeline build, pencurian kredensial dari memori, serta eksfiltrasi data terenkripsi dapat digabungkan menjadi satu rantai serangan yang efektif. Kompleksitas ini juga menyulitkan deteksi dini, terutama jika organisasi tidak memiliki visibilitas penuh terhadap aktivitas dalam pipeline CI/CD mereka.

Bagi praktisi keamanan, insiden ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan terhadap sumber resmi harus tetap diimbangi dengan verifikasi tambahan. Validasi checksum binary, pembatasan akses kredensial dalam pipeline, serta pemantauan aktivitas anomali di lingkungan build menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serupa. Sementara itu, bagi developer, penting untuk memahami bahwa alat yang digunakan dalam proses pengembangan juga dapat menjadi target serangan.

Serangan terhadap Trivy ini memperlihatkan bahwa supply chain bukan lagi target sekunder, melainkan jalur utama bagi pelaku ancaman untuk menjangkau banyak korban sekaligus. Dengan memanfaatkan satu titik distribusi, pelaku dapat menyebarkan malware ke berbagai lingkungan tanpa perlu menargetkan masing-masing sistem secara langsung. Dalam konteks ini, keamanan pipeline dan integritas build menjadi komponen krusial yang tidak dapat diabaikan.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon