Backdoor di Ekstensi Resmi: Rekonstruksi Peretasan Trust Wallet dan Jejak Shai-Hulud

Image by <a href="https://pixabay.com/users/madartzgraphics-3575871/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1813503">Darwin Laganzon</a> from <a href="https://pixabay.com//?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1813503">Pixabay</a>

Dalam dunia kripto yang bergerak cepat, kabar dari Trust Wallet pada Selasa kemarin menjadi pengingat keras tentang rapuhnya rantai keamanan digital. Perusahaan mengungkap bahwa iterasi kedua serangan rantai pasok Shai-Hulud (atau Sha1-Hulud) pada November 2025 diduga kuat menjadi dalang di balik peretasan ekstensi Google Chrome mereka. Insiden ini berujung pada pencurian aset senilai kurang lebih $8,5 juta. 

Dalam laporan analisis pasca-kejadian, Trust Wallet memaparkan bagaimana rahasia GitHub milik developer mereka terekspos. Kebocoran ini membuka jalan bagi penyerang untuk mengakses kode sumber ekstensi dan, yang paling krusial, kunci API Chrome Web Store (CWS). Akses inilah yang menjadi titik masuk utama serangan.

Dengan kunci API tersebut, pelaku memperoleh kontrol penuh atas CWS, memungkinkan mereka mengunggah build baru secara langsung tanpa melalui prosedur rilis standar Trust Wallet yang biasanya mensyaratkan persetujuan dan tinjauan manual internal. Dari sinilah bencana dimulai. Penyerang kemudian mendaftarkan domain palsu “metrics-trustwallet[.]com” dan mendistribusikan versi trojan ekstensi melalui subdomain “api.metrics-trustwallet[.]com”. 

Versi berbahaya ini dilengkapi backdoor yang dirancang untuk mencuri mnemonic phrase atau frasa pemulihan dompet pengguna. Analisis lanjutan dari firma keamanan siber Koi mengungkap bahwa kode jahat tersebut tidak hanya aktif saat pengguna mengimpor seed phrase, tetapi juga terpicu setiap kali dompet dibuka (unlock), baik menggunakan kata sandi maupun biometrik.

Kerentanan ini bersifat menyeluruh. Dompet yang telah digunakan selama berbulan-bulan maupun yang baru sekali dibuka setelah pembaruan ke versi 2.68 sama-sama terdampak. Lebih parah lagi, kode tersebut mengiterasi dan mengeksfiltrasi data dari seluruh dompet yang dikonfigurasi dalam satu akun pengguna, bukan hanya dompet yang sedang aktif. “Jika Anda memiliki banyak dompet, semuanya dikompromikan,” tegas peneliti Koi, Oren Yomtov dan Yuval Ronen. 

Mereka juga menjelaskan bahwa seed phrase disisipkan ke dalam bidang errorMessage di data telemetri yang tampak normal, sebuah teknik penyamaran yang berpotensi lolos dari tinjauan kode sekilas. Pelacakan infrastruktur serangan mengarah ke penyedia hosting Stark Industries Solutions di IP 138.124.70.40, yang dikenal sebagai penyedia bulletproof hosting dengan rekam jejak mendukung aktivitas kriminal siber dan operasi siber yang didukung negara.

Indikasi kuat keterkaitan dengan kampanye Shai-Hulud sebelumnya muncul saat query langsung ke server penyerang menghasilkan respons “He who controls the spice controls the universe,” kutipan ikonik dari Dune yang juga muncul pada insiden npm Shai-Hulud terdahulu. Bukti waktu semakin menegaskan kesengajaan serangan ini: infrastruktur telah disiapkan sejak 8 Desember, lebih dari dua minggu sebelum pembaruan jahat didorong ke pasar pada 24 Desember 2025. “Ini bukan aksi spontan. Ini direncanakan,” tulis laporan Koi. 

Puncak insiden ini membuat Trust Wallet mendesak sekitar satu juta pengguna ekstensi Chrome untuk segera memperbarui ke versi 2.69 yang telah diamankan. Total kerugian mencapai sekitar $8,5 juta, diambil dari 2.520 alamat dompet dan dialirkan ke sedikitnya 17 dompet yang dikendalikan penyerang. Sebagai bentuk tanggung jawab, Trust Wallet membuka proses klaim penggantian bagi korban terdampak dengan mekanisme verifikasi ketat untuk mencegah penyalahgunaan. 

Ancaman sendiri belum berhenti. Pengungkapan ini beriringan dengan kemunculan Shai-Hulud 3.0, yang menurut peneliti Upwind, Guy Gilad dan Moshe Hassan, telah mengalami peningkatan signifikan pada teknik pengaburan serta kompatibilitas Windows, dengan fokus tetap pada pencurian rahasia dari mesin developer. Trust Wallet menyatakan telah memperketat pemantauan dan kontrol pada proses rilis mereka, sembari menegaskan bahwa serangan Sha1-Hulud adalah ancaman luas terhadap rantai pasok perangkat lunak industri. 

Hal ini menjadi pelajaran mahal bahwa tidak ada organisasi yang benar-benar kebal. Dalam lanskap digital yang semakin kompleks, kewaspadaan berlapisbaik di sisi penyedia layanan maupun pengguna akhir bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon